Si Kambing dan Si Sapi jadi Selebritis


Si  Kambing dan Si Sapi jadi Selebritis

Oleh : ni ariyani – Hari Raya Idul Adha 1436 H

Sepertinya sekarang ini adalah jamannya menganut paham ‘narsisme’. Awal mula istilah ini dicetuskan oleh psikolog handal bernama Sigmund Freud. Dari jaman dahulu hingga sekarang, ternyata istilah ‘narsis’ sudah menjadi trend. Apalagi ditahun 2015 ini masyarakat mulai menganut paham narsisme yang berlebihan (narsisme ekstrim). Fenomena ini ditandai dengan aktivitas masyarakat yang dinamai ‘selfie’ dan ‘groupy’. Selfie berasal dari kata self potrait, yaitu mengambil gambar atau foto diri dengan menggunakan tangannya sendiri. Sedang groupy merupakan pengambilan gambar secara beramai-ramai (berkelompok). Terdapat berbagai alasan yang disampaikan tentang mengapa mereka melakukan selfie atau groupy. Berlebih menjamurnya media sosial seperti facebook, tweeter, instagram dan lainnya. Media sosial tersebut dijadikan wadah untuk mempertahankan eksistensi mereka.

700

Dari fenomena selfie dan groupy yang seperti wabah ini, terdapat hal atau perilaku-perilaku yang ‘unik’ oleh mereka pecinta kegiatan selfie dan groupy. Seperti dalam beberapa kasus para pegawai profesional kehilangan pekerjaannya karena ber-selfie atau ber-groupy dengan latar yang tidak sesuai keadaan. Termasuk akhir-akhir ini, beberapa hari ini kita masih merasakan hari raya Idul Adha. Banyak masyarakat berqurban sapi atau kambing untuk melaksanakan ibadah kepada Tuhan. Kaitannya dengan ibadah, masyarakatpun tak lupa melakukan paham yang dianutnya. Beribadah kepada Tuhannya diselingi dengan ber-selfie, termasuk beribadah melaksanakan penyembelihan hewan qurban. Sebelum hewan qurban disembelih, ber-selfie dahulu dengan hewan qurbannya. Setelah disembelih, ber-selfie lagi sembari meng-update status facebook atau tweeter berkaitan dengan ibadahnya tersebut.

images (11)

Beribadah semacam ini dapat dilihat dari berbagai sisi. Selain ingin memberikan motivasi atau inspirasi kepada sesama muslim untuk dapat meningkatkan ibadah kepada Tuhan, ibadah yang dibarengi selfie dan narsis dalam bentuk status facebook atau tweeter bisa dikatakan riya. Berqurban seperti ajang festival. Hewan qurban jadi modelnya. Jeprat-jepret, si kambing dan si sapi kena berfoto. Jeprat-jepret si kambing dan si sapi jadi selebritis. Seolah memberikan kesempatan kepada para hewan qurban, sapi dan kambing menjadi selebgram [selebritis instagram] sebelum disembelih dan akhirnya meninggal dunia dengan tenang. Beribadah yang dibarengi selfie, groupy, update status ke media sosial mengenai pahalanya… Hehmm… Allahu’alam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: