Nyelonong Bohong


Nyelonong Bohong

Melebur semua iri dengan menyelipkan satu senyum dalam rinai.

Bukan suatu pembunuhan,

bukan nemikam khianat dalam benak,

ini adalah memerdekakan hati dari iri.

Gara-gara anak lugu itu bersuara.

Aku hanya mendengarnya.

Iya mendengar saja!

Lalu melangkah menuju riak air sungai yang tak bosan memberi tenang.

Dengan satu buku digenggaman,

di atas gubug kayu yang nyaman hembusan anginnya.

Just tape plus coklat, di mana kau? Aku haus!

Ehh, gemerincing lonceng seperti tukang sate itu, masih ada?

Siulan-siulan bernada enak itu? Masih?

Tanah makam menanti dengan penyakit hati.

Mati saja!

Enyah saja!

*Jaka sembung main gitar, ga nyambung jreng!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: