Sunyi [ku]


Sunyi [ku]

 

4 September 2013 pukul 21:50

Selamat malam sunyi, maaf kuingkari janjiku pada kecubung rindu. Rindu yang tak sadar tanpa kesadaran. Demi Tuhan, lebih baik menghitung bintang di saat mata-mata sayu terlelap, di banding harus membutakan rasa karena luka. Sunyi, masih ingatkah kala kita bercumbu dalam suatu malam itu. Yang tiap aroma kopi jadi mengantar rindu. Dan dingin menelusup pori adalah prajurit penjaga pada garda malam.

Temaram itu indah, jika kalbu terbebas gundah. Maka kumerdekakan rasaku menjamah ruang-ruang sesuka hati. Memeras air mata, silahkan. Membanting gelas, silahkan. Menyebarkan semua kertas tanpa sisa, silahkan. Kumerdekakan!

Sunyi, kurindu kau malam ini. Lebih baik berkekasihkanmu, daripada harus tertawa dalam penat. Risau yang lekat.

Karena kau sunyi. Dan aku adalah sepi.
 
ni ariyani
Purwodadi, 04 September 2013

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: