Bulir Keringat [Protes pada Tuannya]


Bulir Keringat [Protes pada Tuannya]

21 Juni 2013 pukul 22:59
 

Ketika senja mulai terusir oleh kehadiran gelap atas nama malam, rakyat berbondong mengantri. Bulir keringat yang bagai manik-manik berlian meruah menetes ke bumi. Tetes per tetes bulir itu akan menelusup pada tiap pori bumi, bercerita tentang ulah penguasanya.

”Raja yang kejam” teriak keluh mereka pada tiap sekat bumi.

”Minyak itu dari perutmu, dijualnya, dihamburkan oleh mereka yang berusaha serakah merogoh seluruh isimu” amarah mereka semakin meluap. Memuncak sampai ke ubun-ubun kepala.

Bulir keringat sebagai teman setia. Setia menanti langkah derigen menuju satu tempat terisi haknya.

#bbmenamribulimaratus

ni ariyani

Surakarta, 21 Juni 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: