Mandeg*


Mandeg*

Haruskah berhenti menapaki jalan yang sudah Tuhan berikan
Aduhai, seindah ini Tuhan memberi dan menunjukan arah jalan

”Maka nikmat-NYA yang mana yang akan engkau dustakan?”

Tuhan, terangilah jiwa
Berilah secercah cahaya pada kusamnya hati
Jikapun harus melewati ranjau-ranjau ngeri
Untuk memekarkan mahkota bunga surga
Kuterima dengan berpasrah

Tetesan air mata yang membuat bisu
Tak berkata seperti dungu

Tuhan, alam-MU merayuku
Atau diriku yang tak pernah mau tahu
Betapa pemurahnya Engkau padaku

Tuhan, aku mencintai-MU

*dalam kemandegan

Purwodadi, 25 Oktober 2012

2 Tanggapan to “Mandeg*”

  1. Hujan Turun Says:

    assalamualaikum mbk Indah Ariyani🙂 …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: