Pernah [dalam duka]


Pernah [dalam duka]

Memarku terbalut senja
Tidak mendalam, tapi [selalu] terlihat lebam
Senja menyamarkannya
Sekarang menjingga

Lukaku tertutup awan
Sedikit perih karena pengkhianatan
Biru langit meneduhkannya
Kini membucahkan ceria

Sakitku terbungkus cahaya
Sembuh oleh pendarnya
Terangnya melahirkan bahagia
Kini [dan berharap nanti] akan terus dalam suka

Sayatan perih itu tak lagi kentara
Karena belaian lembut kasih-NYA

Purwodadi, 16 November 2012

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: