Pengkhianatan Semu


Pengkhianatan Semu

19 April 2012

Hari ini semakin menambah ketakutanku, kekhawatiranku. Dan benar saja, semakin menepis kepercayaanku pada kaumku sendiri L Dan sekali lagi, saya tak mau, tak akan pernah mau dengan ‘hal’ yang demikian. Karena itu adalah begitu menyakitkan!

Kenapa dengan mudahnya seseorang terbuai dengan kata [mungkin juga saya], tapi sebelum hanyut dalam buaian,tenggelam dalam rayuan, apa terlebih dulu tidak memikirkan [atau setidaknya] melihat seseorang yang dekat di sampingnya? Karena hanya berkata “Andai dia ada di sini, aku akan bercerita segalanya padanya”, itu mampu menusuk luka yang sudah menganga. Lalu siapa yang ada didekatmu sekarang? Siapa yang ada di sampingmu sekarang? Tidak kah terlihat ketulusan dari air matanya yang menetes keyika kau dirundung kesedihan? Tidakkah kau melihat susah payahnya dia berlari untuk menopangmu ketika kau akan terjatuh? Kenapa sorot matamu terlihat jernih ketika mendengar suara dari kejauhan? Apa ceritanya untuk membuatmu tertawa tidak cukup mengisi harimu? Apa semunya itu kau anggap omong kosong?

Dan mengertilah, sakitmu akan terasa lebih lama dan perih yang tak terkira ketika kau telah melihat punggungnya dalam melangkah menjauhimu karena siratan kata yang kau perintah pergi secara lembut dan perlahan. Ini hanya karena dia ingin membiarkanmu dalam bahagia dengan suara yang kau rindu dari kejauhan itu. Dia hanya ingin membeiarkamu bahagia!

Dan lalu… Dia yang tulus ikhlas mencintai terkhianati.  Seperti apa yang dinyanyikan oleh Judika “Aku lah yang Kau Sakiti”

Pernahkah kau merasa jarak antara kita
Kini semakin terasa setelah kau kenal dia
Aku tiada percaya teganya kau putuskan
Indahnya cinta kita yang tak ingin ku akhiri
Kau pergi tinggalkanku
Tak pernahkah kau sadari akulah yang kau sakiti
Engkau pergi dengan janjimu yang telah kau ingkari
Oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku
Aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia

Memang takkan mudah bagiku tuk lupakan segalanya
Aku pergi untuk dia

Tak pernahkah kau sadari akulah yang kau sakiti
Engkau pergi dengan janjimu yang telah kau ingkari
Oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku
Aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia
(walau tak bersama dia)

Oh Tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku
Aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia

*MENYAKITKAN😥

Satu Tanggapan to “Pengkhianatan Semu”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: