Sahabatku Pagi


Sahabatku Pagi

18 April 2012 pukul 8:53 ·

Pagi, kenapa kali ini tak kau pancarkan cahaya indahmu untukku? Seperti pagi-pagi sebelumnya yang begitu mempesona karena terang sinarmu dan sejuk kau perintah embun menyegarkan hatiku. Mungkin ini bukan karenamu, karena aku tahu kau tak akan pernah membuat legam putaran hari. Ini salahku, kebodohanku karena tak mampu mengendalikan putaran-putaran waktu yang semakin meninggi kecepatannya, dan aku tak bisa membuat putaran itu menjadi pelan. Pagi, bantu aku kembali merengkuh cahayamu. Pijaran terbitmu yang dulu selalu menyemangatiku dalam memulai langkah hariku.

Jika awan hitam yang menggumpal menjadi penghalang cerah harimu, aku yakin matahari tak bermaksud begitu, dan aku pun tak menyalahkanmu! Dan ketika pagimu sudah berubah menjadi siang, lalu awan-awan itu kembali dengan langit birunya, jangan iri pada terang siang. Karena esok masih ada hari lain yang akan mencerahkanmu, wahai pagi. Dan aku akan kembali tersenyum dengan indah pagimu, embun yang kau utus untuk menyejukkan kalbuku, serta sinar mentari yang kau perintah menerangi gelap jalanku.

Aku akan menantimu esok hari, wahai sang pagi!*

*Semangati hariku, wahai pagi:)

Satu Tanggapan to “Sahabatku Pagi”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: