CEMBURU yang MEMBISU


*Cerita Sangat Pendek

CEMBURU yang MEMBISU

21 Februari 2012

 

Aku cemburu dalam ketiadaan. Aku tak memilikinya, aku tak mampu menjamahnya, tapi aku cemburu? Apa yang aku lakukan ini, hah? Bodoh, bodoh sekali aku ini!” Ceracaunya dalam hati. Perempuan itu diam gagu melihat kalimat demi kalimat dengan balutan mesra dari perempuan lain yang tertuju untuk laki-laki yang dikaguminya. Diapun hanya bisa terdiam. Dia memang belum lama mengenal sesosok laki-laki itu, bahkan ia tak tahu siapa nama lengkapnya. Tapi cemburu itu begitu tebal membungkus hati dan pikirannya. Susah untuk mencari celah jalan pulang pada kenetralan rasa, tidak cemburu dalam ketiadaan!

***

Hati perempuan itu hanya menjadi tempat persemaian kasih untuk calon lelakinya kelak. Dan sore itu, dalam hiasan jingga senja yang mempesona, dia menatap lekat langit yang disiram warna indah oleh Sang Empunya. Dia larut dalam pejaman matanya.

***

Aku sangat menyayangimu. Kau adalah pasangan rusukku yang patah. Wahai kau perempuan indah, sudikah kau mengusap peluhku ketika aku lelah dalam kerjaku? Mau kah kau memberikan senyummu saat sedih menghampiriku? Inginkah kau mendidik anak-anakku dengan cara manismu itu?” Laki-laki tegap itu bersungguh-sungguh dalam berkalimat, menyakinkan perempuan yang tepat berdiri dihadapannya. Perempuan itu menatap lekat mata laki-laki yang dibanggakan dan dikaguminya. Tampak cahaya terang menghiasi bola mata yang ditatapnya. Jantungnya berdegup lebih keras dibanding biasanya, kaki yang menjadi penopang raganya hampir-hampir tak kuat menyangga. Perlahan bibirnya bergerak, pelan tak terdengar, hampir hilang tertiup bayu yang syahdu. “Aku ingin selalu berjalan di sampingmu, menggandeng tanganmu. Menyatukan jemarimu dan jemariku dalam ikatan halal bagimu dan bagiku” Perempuan itu tersenyum lugu, menyeka buliran air matanya yang sempat mengaliri lekuk pipinya.

***

Ya Tuhan, apa yang aku pikirkan? Aku tak mau hina di hadapmu dengan punyai rasa yang semacam ini, Tuhan” Perempuan itu terkesiap, hatinya masih dibaluri cemburu yang hebat. Dia benar-benar tak mampu mengikis ketebalan cemburu untuk menipis. Dia membasuh wajah ayunya dengan air wudhlu, menyegarkan pikirannya dari lamunan manis yang merasuki alam bawah sadarnya, menghilangkan kecemburuan agar tak semakin melekat pekat dalam hatinya, Perempuan itu bersimpuh pada-NYA, mengadukan kedukaan yang dirasakannya. “Tuhan, Ampuni hamba atas rasa yang tak wajar ini. Jika lelaki itu memang KAU takdirkan menjadi pembimbing dan pelindungku selain ENGKAU, maka hamba sangat yakin pasti memang dia lah kelak yang menjadi imamku. Hapus kecemburuan ini, Ya Tuhan”. Dalam sujudnyaperempuan itu meminta.


3 Tanggapan to “CEMBURU yang MEMBISU”

  1. Aq jg cemburu Kk…😦

  2. OK, siap!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: