Memasrahkan pada Tuhan


Memasrahkan pada Tuhan

 

18 Feb’12

“Belajarlah untuk ikhlas, Rin” kata sahabatku lirih, hampir tak terdengar! Dia memang sahabatku yang paling baik. Ini bukan suatu ungkapan klasik atau hanya sekedar formalitas persahabatan, tapi Arya memang sahabat yang baik. Sering sekali aku mengeluhkan hidup padanya, dan dia juga selalu meluangkan waktunya hanya sekedar mendengar cerita-cerita kaburku itu. Kadang aku merasa sangat malu sendiri, aku merasa bagai benalu. Aku seperti tak mampu berdiri di atas kakiku sendiri😦.

“Belajarlah untuk memaafkan, Rin” ucap Arya menenangkanku. Seperti biasa aku berkeluh kesah padanya hampir tiap hari, tentang hidupku! Dan sore itu aku benar-benar tercengang dengan nasihat Arya. Begitu lembut berkalimat, juga begitu menyentuh dan langsung menjamah hatiku “Nurin, bukannya aku tak sayang dan tak perduli padamu, tapi alangkah baiknya jika kau adukan saja segala masalahmu pada Tuhanmu. Aku memang sahabatmu, bisa mendengar dan menampung semua ceritamu, tapi aku sama sekali tak bisa merubah hidupmu, yang mampu mengendalikan semua itu adalah dirimu sendiri dan tak lepas dari kekuatan Tuhanmu. Berdoalah”

“Arya memang sahabat yang baik, perempuan baik sepertinya semoga mendapat jalan yang baik pula dari-NYA” Doaku dalam hati seketika itu🙂

N (‘;’) N

3 Tanggapan to “Memasrahkan pada Tuhan”

  1. tak ada cerita yg kabur bagi seorang sahabat, ‘dan tak ada kesabaran yg sia-sia, yg pasti takkan ada Arya tuk kedua kalinya

  2. meluncur…!!!! bremm… bremm.. bremm…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: