Lelaki Tanpa Suara


Lelaki Tanpa Suara

 

 

12 Januari 2012-11:51WIB

Lelaki tanpa suara itu mampu luluhkan batu kokoh dalam hati saya. Konyol, ini benar-benar konyol! Bagaimana tidak, batu besar dalam hati saya yang saya jaga agar tidak terabrasi oleh ombak rayu ternyata mampu mengeropos juga. Hebatnya, hancurnya keras batu itu adalah bukan karena rayu yang merayu, tapi malah karena diamnya yang mempesona. Laki-laki itu merayu dengan doa, merayu dengan sastra! Saya menyukainya.

Padahal…

Saya adalah salah seorang perempuan yang paling tidak suka rayuan tapi ingin dirayu [membingungkan, bukan?]. Tunggu dulu dan jangan salah tangkap dulu, saya ingin dirayu dengan keikhlasan. Dan sayang sekali [bagi para lelaki] saya agak sedikit mengerti tentang rayuan dengan ketulusan atau hanya rayuan yang merayu semu! Dan saya bersyukur sekali, saya tidak langsung termakan rayuan yang semacam itu.

Bagaimana dengan lelaki itu?

Lelaki yang ‘sempat’ dengan kelelakiaannya mengutarakan isi hatinya pada sebuah serambi di salah satu masjid di selatan kota, tapi entah dengan sekarang [oleh sebab itu saya bilang ‘sempat], karena sekarang saya tidak tahu bagaimana alur dari kalimat-kalimat yang dulu dilontarkan lelaki dewasa itu [saya menganggapnya]. Saya benar-benar tak pernah tahu. Saya mencoba untuk mencari tahu, tapi belum diijinkan untuk tahu.

Lalu bagaimana saya harus besikap dari yang belum tahu untuk menjadi tahu? Saya berusaha memberi tanda, mencoba menyerahkan kunci untuk membuka gembok. Tapi entah memang karena belum diijinkan untuk tahu, lelaki itupun tak pernah mau untuk mengartikan tanda dan tak mengambil kunci untuk membuka gembok dan masuk ke dalam ruang hati yang berpintu. Sekarang saya begitu pasrah. Bahkan kadang saya berfikir kalau usaha saya itu hanya sebuah kekonyolan hidup belaka. Saya tidak tahu malu, makanya saya tidak pernah diberi tahu tentang isi hati lelaki itu untuk kedua kalinya. Saya tidak tahu malu. Tak bermalu!

8 Tanggapan to “Lelaki Tanpa Suara”

  1. Yups… thank banget buat mas BeDa… saya akan terus berdoa dan tak akan larut dalam penyesalan, Semoga ALLAH membuka pintu hati saya untuk jadi hambaNYA yang baik🙂
    Semoga saya dituntun dan dibimbing oleh imam yang baik pula… Amin #(halahh.. malah curcol maneh. he he he)

    Ehh… BTW, lama tak mendengar kata “SALIT” hahaha tapi sekarang aku paham arti nya.. hahaha

  2. sumpah no ada? kok saya sangsi.. takut google ga bisa mendeteksi itu bahasa mana. hehehe🙂

  3. Keren gan…
    Ijin menyimak2 dulu yach..
    Salam kenal..

  4. Makasih Gan…
    Yours is Amazing too…🙂

    Salam kenal juga Gan🙂

  5. uwis toya, borgol sekalian…!!!

  6. wokeeeyyy…!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: