Meranggas Menua


 

Meranggas menua [mengabadi dalam resah]  

 

12 Januari 2012 pukul 6:4

 

 

 

 

Menjatuhkan diri dengan warna tembaga yang legam di atas rerumputan bumi

 

Menunggu sang angin menerbangkan tubuhnya menuju tempat di bumi lainnya

 

Di taman bunga layaknya firdausi surga  Melihat kumbang menghampiri mawar

 

Malu dan luka memperhatikan penghisapan madu bunga

 

Tubuh semakin mengering dan belubang

 

Hak sang bayu melayangkan tinggi tubuh ringkihnya

 

Hanya dedaunan kering yang melegam mendesah sedih pada reumputan

 

”Masihkah berhak menempel pada tangkai demi hijauku lagi?”

 

 

 

 

*Masihmenunggukalimatindahdarinya😦

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: