Perempuan dalam Ceruk Batu*


Perempuan dalam Ceruk Batu*

 

05 November 2011 jam 11:29

Dan tetesan-tetesan air dari rongga-rongga itu menjadi minumnya. Pekat yang gelap sudah menjadi kekasihnya, semenjak sunyi menariknya pada ruang hampa pada suatu sore. Dengungan-dengunan dari lirinya sendiri menjadi alunan merdu yang sering diperdengarkan tiap harinya. Suara yang keluar dari bibir yang sudah membeku kaku, memantul dari dinding batu satu ke yang lainnya. Itu temannya.

Hingga ia tak mampu lagi mengecap manis air gula,semua terasa hambar!Hingga ia tak bisa lagi bagaimana menyapa cahaya yang datang menelusup celah kecil di sampingnya. Dan bahkan daun kupingnya tak sanggup lagi menangkap kidung-kidung indah yang mengalir melalui udara yang semakin menghimpitnya!

Perempuan itu melipat lutut dan berayun!

 

 

N (‘;’) N

*yang teralienasišŸ˜„

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: