Menunggui Setengah Nyawa


Menunggui Setengah Nyawa

20 Mei 2011 jam 20:06
Dan ketika yang lain adalah dengan pasangannya masing-masing, aku cuma menunggu!
Bumi sudah dengan langit, api sudah dengan air, bulan sudah dengan bintang.
Aku masih menunggu.
Langit berikan kecerahan pada bumi dengan biru lautnya. Air mencurahkan segala kekalemannya pada api. Dan bintang, ia selalu bersamping dengan bulan yang entah apapun keadaan bulan.

Sedang aku hanya menunggu!

Dunia tawa adalah milik mereka yang tertawa. Berbunga adalah milik mereka yang jatuh cinta.

Aku masih tetap menunggu, menungguinya!

Menunggu nyawa untuk setengah ruhku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: