Memburam*


20 Maret 2011 jam 15:47

Masih dalam keadaan yang sama, jangan khawatirkan aku, aku baik-baik saja. 

Pagi telah mngguyurku dengan cahaya untuk segera bangkit dari tempat terpuruknya aku

Beberapa saat sudah kulalui dengan kostum kebangsaanku, yang semua adalah serba buluk bagimu dan mereka

Aku cuek saja, ini nyaman buatku, kuteruskan saja penjelajahan siang, menangkap debu-debu kotor beterbangan di pinggir jalan

Kudapati seorang mudi tersenyum dalam terik panas itu, kulemparkan senyum pula untuknya.

Kembali pada penjelajahanku, aku tak tahu pasti sampai mana kaki mengayuh pedal

Tapi senyum gadis itu adalah penambah daya dalam semangatku, aku juga tak tahu pasti kenapa

Inikah cinta dalam senyuman?

Aku tak mau gugup memproklamirkan cinta, meski dalam dadaku sendiri, aku tak mau

Dan lalu sadar itu menempaku keras, ‘siapa dirimu? Hanya gembel jalanan saja berani jatuh cinta pada wanita’

Kepalaku mulai sakit, telingaku panas, tempaan itu semakin manjadi-jadi

Terikpun enggan berdamai barang sebentar saja memberikan teduhnya untukku

Semua angkuh, perlahan memburam

Hidungku berdarah, kenapa lagi ini?

Perjalananku baru tertempuh 2mil, masih beratus-ratus mil lagi.

Mataku berat, kenapa lagi ini?

Perjalananku baru tertempuh 2mil, masih beratus-ratus mil lagi

Dan semua semakin memburam, hanya senyum gadis itu yang semakin kentara

Lalu perlahan senyum itupun ikut luntur

Semua memburam

Semua menghitam

Hitam

‘Braaaaaaakkkk….!!!!’

Kudapati segerombolan orang dengan hiruknya mengerubungi sesuatu

Ada darah mengalir di sela-sela kaki kerumunan ramai itu

Kucoba mendekat dan ikut melihat, menyelinap di antara banyak orang dengan hiruknya

‘Kenapa tubuhku ditutup dengan koran? Kenapa darah mengalir tanpa jeda?

Aku terdiam…

Tiba-tiba aku terbang ke awan

Aku menghadap Tuhan

 

 


*Insp’Z by Kumcer ‘Kerebritist’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: