Kembalilah atau Kembalikah


Dulu kau pernah ungkapkan pernyataanmu tentang suatu laku yang harusnya adalah tidak kau ceritakan pada perempuan seperti aku. Harusnya adalah kau simpan sendiri sikap yang entah buruk atau baik menurutmu. Tapi jujur saja, menurutku itu adalah tidak baik dan teramat buruk. Itu adalah tidak berhati di manapun letaknya dan kapanpun disampaikannya. Itu adalah menurutku. Tapi entah bagi perempuan-perempuan yang berjejer antri di depan rumahmu, yang hanya sekedar ingin melihat senyummu dan mendengar satu kalimat gombal darimu.

Jika saja aku punyai alat canggih seperti milik Doremon, alat yang bisa mengetahui isi hati orang lain, akan kupinjamkan segera pada perempuan-perempuan khilaf itu. Biar mereka tahu apa sebenarnya mereka bersikap yang demikian.

Aku juga tak begitu paham tentang tujuanmu dengan perempuan-perempuanmu itu.

Tapi benar saja, kau jawaranya dalam menampakkan keseriusan dalam gurauan. Menanggapi kesungguhan hati hanya dengan cengiran tak berarti.

Membolak-balikkan keadaan, membolak-balikkan perasaan.

Hebat…!!!

Kadang aku merasakan kekhawatiran yang teramat khawatir pada perempuan-perempuan itu, tentang bagaimana mereka kelak jika aku benar-benar meminjamkannya alat pembaca isi hati orang lain milik Doremon. Atau perlukah juga aku meminjam alat Doremon yang lain? Alat pengusir sakit hati, misalnya?

Tapi sebenarnya aku cuma ingin meminjam satu alat saja dari Doremon, itupun kalau ada dan kalau Doremon punya. Aku cuma ingin pinjam alat penangkal rayuan [gombal].

Dan rasakan saja jika perempuan-perempuanmu yang khilaf itu meninggalkanmu, rasakan saja!

Lalu, kembalilah [kah] kamu pada asal muasalmu…!!! [???]

26 Februari 2011 jam 21:56

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: