Agen Sosialisasi VS Social Agency


Cerita Kami

 


Semua berawal dari sini….

 

Rinai hujan petang itu tak menyurutkan langgah kami menuju suatu tempat yang sejak awal memang kami  inginkan.

 

Pagi, kami sudah berkumpul di suatu tempat kesayangan kami, di tempat itu, di sana! Ehm, berkonvoi  dengan penuh keceriaan. Sepertinya memang mengasikkan, kalau tidak, tidak mungkin masih melekat pada ingatan ini, ingatan kami. Benar saja sangat melekat, benar saja masih ingat, kami harus melawan ketegangan yang dalam waktu singkat menyusup dan akhirnya mampir juga dalam debat. Tangan pun juga ikut andil dalam suatu kejadian itu. Deretan konvoi berhenti mendadak seketika, ‘shiii…iii…iii…iii…ttt” suara rem masih mengiang di daun telinga hingga kini, lalu ‘praaaaa…aaa…aaa…kkk” barisan konvoi tak berbaris, menjadi tertumpuk tak berbentuk (hiperbola.com). Kami terhenti sejenak dipinggir jalan beraspal hitam, yang entah di mana! Kenapa bisa seperti ini,  bertumpuk. Kami tak begitu jelas dan paham! (cobadiingatsendiri.com). Tapi akhirnya perjalanan berlanjut, kami konvoi lagi, tak takut!

 

Dan pukul 10:00 WIKS (Waktu Indonesia Kami Sendiri) kami sudah sampai pada suatu kampus. Tempat itu memang bukan tempat nyaman buat kami, karena tempat itu memang bukan tempat kami! Tapi sungguh kami menikmati, di tempat itu kami mendapatkan banyak ilmu, tak lupa juga mendapat makanan yang tidak membikin jemu, minuman serta satu lembar kertas bertuliskan nama kami dari sebuah universitas. (hayounivmana.com)

 

Ilmu sudah kami dapat, makanan sudah kami lahap, minuman sudah habis tertelan. Dan setelah itu waktunya kami ‘menyasarkan’ diri pada suatu daerah yang sebelumnya belum kami pahami. Karena kami ingin dan harus mendapatkan banyak ilmu lagi.

 

Kami mulai beraksi, menjelajah jalan licin karena gerimis yang sinis. Bagaimana tidak, sesekali jarum-jarum dari langit itu menusuk bumi, sesekali berhenti. Dan ketika jarum itu semakin banyak, semakin garang menyerang bumi, kami pun sedikit kuwalahan menghadapi. Lalu, kami mencoba mengalah saja lah. Kami sejenak berhenti di pinggiran jalan, di pinggiran toko, dan membiarkan jarum menancap hebat melekat!

Sembari menunggu langit membiru, kami mengobrol dengan menggebu!

“Aku ingin membeli buku tentang perempuan”, ucap gadis manis dengan senyumnya yang meringis.

“Aku juga, aku ingin mencari buku yang sudah lama aku cari-cari. Hanya ingin mencari bukan membeli. Ha.. ha.. ha..” lawakan seorang mudi pirang dari kami.

“Iya, kalau hujan sudah reda nanti, kita harus langsung pergi ke AGEN SOSIALISASI….!!! Pemuda bergaya rambut ala ‘kipli’ mengeraskan suaranya.

Kami terdiam sejenak, memahami makna kalimatnya. Kami benar-benar terdiam, sepersekian detik membisu gagu.

Lalu…

“AGEN SOSIALISASI…??? Huwa… ha… ha… ha… SOCIAL AGENCY Kalii…iii…iii…iii…!!!! Serentak kami pada pemuda bergaya rambut ala ‘Kipli’

 

Insp’z JGJNov’06

 

Satu Tanggapan to “Agen Sosialisasi VS Social Agency”

  1. Like itZ…!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: