Prinsip dan Pilihan


Prinsip dan Pilihan

Tak selamanya sesuai harap kita. Bahkan kadang bertolak dari semua keinginan kita. Dan apabila kita tetap ingin tersenyum dan tertawa saat keadaan tak sesuai asa, maka itulah saatnya kita menguji siapa sebenarnya diri kita.

Iya memang, kita tak usah malu menunjukan tangisan kita, bila kita memang benar-benar sedang berduka. Dan kita juga tak perlu sungkan untuk memperlihatkan kegirangan kita, bila kita memang sungguh-sungguh sedang bahagia. Tapi, ada waktunya semua itu disembunyikan. Saat kita merasa tidak nyaman melakukan semua itu, maka tak usah turuti dari sebuah teori. Turuti saja intuisi dan kata hati.

Manusia di dunia ini pastinya mempunyai tujuan hidup. Salah satu jalan mewujudkan cita tersebut adalah dengan prinsip dan pilihan.

Pertama Prinsip, hidup perlu aturan, pegangan, dan acuan. Adanya prinsip pasti karena ada maksud tertentu. Kemunculan prinsip juga disebabkan karena suatu kondisi, tempat dan waktu. Intinya, prinsip ada adalah untuk jalan kebaikan. “Perubahan prinsip terjadi hanya pada manusia tak berhati”, tidak jaminan…!!! Tergantung untuk apa dan kapan kita melakukan perubahan prinsip tersebut. Iya, hidup itu dinamis. Kehidupan selalu berubah kapan ia mau. Perubahan untuk menuju kesempurnaan, itulah manusia berhati. Kesempurnaan hati yang dicari bukan hanya sekedar materi. Dan bila  perubahan prinsip itu hanya untuk kebebasan yang tak berarti, kemerdekaan yang tak terkendali, dan hanya merusak diri, dialah manusia berhati mati.

Kedua Pilihan, digunakan manusia sebagai pijakan awal menuju dunia yang dianggap terang. “Setiap manusia harus memilih”, memang benar adanya. Kembali pada tujuan awal kita sebagai manusia berlogika. Pilihan-pilihan untuk mencapai tujuan juga harus diselaraskan dengan logika yang tak terlepas pula dari peran hati.

Pilihan merubah prinsip demi maksud yang berarti lebih berhati daripada berpegang teguh pada prinsip untuk tujuan yang tak pasti.

Kebebasan diri tidak berarti memerdekaan hati. Logika dan intuisi mempunyai posisi yang penting di dalam diri manusia. Jangan mengandalkan logika tanpa intuisi, tetapi jangan pula hanya menggunakan intuisi tanpa adanya peran dari logika. 27nov’06

 

Inzp’ygpglakurea’06

5 Tanggapan to “Prinsip dan Pilihan”

  1. Sipp… jempoll!! (neng aku ra’ paham)

  2. ga piye piye ik… hayo we…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: