Kesempurnaan VS Kekurangan


Dia terlalu sempurna untukku kawan, aku tidak bisa mengimbangi kesempurnaannya dengan segala kekuranganku” ucapmu begitu lirih padaku ketika rinai di sore itu. Terasa sekali helaan nafasmu di daun kupingku. Kau sandarkan kepalamu di pundakku. Dan kau rebahkan jiwamu dalam kenelangsaan karena dilema merajai hatimu.

 

Dan buliran air mata mengalir jua di lengkungan pipiku, air mata yang membobol pertahanan kelopak mataku. “Aku juga sepertimu kawan, sarat dilema dalam jiwa”, batinku.

 

No Name ‘n No Name

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: