Tak Ada Hal Lain yang Lebih Indah untuk Dirindukan


 

‘Tidak ada hal lain yang lebih indah untuk dirindukan”. Kalimat ini yang muncul dalam mimpiku kemarin lalu. Senda gurau dengan kawan hati yang sudah lama tak bertemu, yang biasanya kami berteriak bersama dalam ruangan itu. Sekarang tak lagi!

 

Mungkin dalam skenario mimpi kalimat itu adalah untuk melukiskan betapa tak ada sesuatu yang lain untuk dapat membangkitkan kerinduan kami, kecuali kenangan bercerita dulu, bersenda gurau itu!

 

Tapi nyatanya, dalam nyata aku rasa tak semacam itu. Aku malah memikirkan mantan suamiku! Aneh… Aku merindukan kawan-kawan hatiku, kenapa malah aku serasa ingin seperti dulu, berkumpul lagi dengan keluargaku, dengan suamiku! (mantan suami)

 

Beberapa hari ini, aku merindukan kemanjaannya. Sikap manja yang selalu ingin diladeni jika inginkan sesuatu. Ingin minum lah, ingin makan lah. Minta diambilkan ini lah, minta di ambikan itu lah! Ya termasuk yang satu itu…(tidak harus dijabarkan secara gamblang kan?). Aku juga kangen akan rayu gombalnya. Meskipun aku tahu, bahwa kata-katanya yang terlontar itu adalah hanya sekedar semu, cuma menggodaku palsu! Tapi kenapa hati ini merindukan yang seperti itu? Ahh, gila! Aku pikir ini memang gila!

 

Kegilaan yang tak waras. Ya tentu saja, karena lelaki itu sudah menceraikanku beberapa tahun lalu, dan aku masih saja merindukan sesuatu darinya yang sudah kuketahui bahwa itu palsu! Alasan menceraikannya pun aku rasa itu adalah tak masuk akal. Karena aku pendiam, karena aku pasif. Itu kata suamiku, mantan suami maksudku! Padahal aku tahu sekali, jelas-jelas dia selingkuh dibelakangku. Bermain api dengan temanku sendiri. Ya Tuhan, nasib apa ini?

 

Aku berharap kerinduan ini tak menjadi-jadi. Aku tak ingin dikelabuhi lagi. Meskipun juga tak kuketahui, siapa yang menyuruh rindu ini datang kemari. Sebenarnya aku benci dengan kondisi hati yang semacam ini. Ahh, semoga tak lagi. Aku sudah mulai nyaman dengan kesendirian ini.

 

Dia, mantan suami yang tak tahu diri atau aku perempuan yang mudah tergoyahkan hati?

 

Ahh, entahlah…!!!

 

12 Tanggapan to “Tak Ada Hal Lain yang Lebih Indah untuk Dirindukan”

  1. Ini…fiksi… apa nyata?😯

  2. Hehe terimakasih atas apresiasinya…
    Ya mungkin ada yang bilang kalau ini nyata, bagi yang mengalami nyata ini tentunya🙂

    Tapi ini fiktif kok, buat saya ini fiktif…🙂

  3. mmm yg mana yaww,,, mungkin dia mantan suami yang menyenangkan:)

  4. Tapi sepertinya tidak bagi saya…🙂

  5. Naudzubillah… punya suami seperti itu!
    Emoh ah…😀

    Pk.Ustadz jo kayak gitu, perempuannya bisa marah lho.. hahahaha…

  6. kaya’ gimana yawww?????🙂 mngkn aku cuma kayak “gini”, bkn kayak “gitu” hahahaha…..

  7. begitulah perempuan seringkali tetap mencintai meski tersakiti.. selalu bisa memaafkan kembali setelah dihancurkan hatinya.. ah mungkin perempuan cencerung masokhis hehe.. tentu tidak semua, kadang saya berpikir seperti itu😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: