Acungan Jari Tengah


 

“Jika boleh saya mengumpat, saya akan mengumpat sekarang! Sekeras-kerasnya” lontar gadis itu dengan amarah yang menyulut-nyulut, terlihat matanya memerah menahan marah! Dihempaskannya nafas yang lama hanya tertahan di dada, tak dikeluarkan. “Hehhmm…” sengalnya panjang!

Dia masih meneruskan nyinyirannya pada seorang yang entah muda atau separuh baya, seorang lelaki. Tak terlihat jelas ia menatap wajahnya! Ia hanya tahu sesosoknya. Bertopeng hitam, berjubah hitam, berkuda hitam garang!

Bermula dari lenggangan jalan yang melenggang! Gadis itu berjalan melambai gemulai. Melewati beberapa orang yang juga sama-sama berjalan, di jalan yang sama, jalan itu juga! Lalu….

“Woei… Minggir woei…!!!” Teriak lelaki berjubah hitam, berkuda hitam! Kedua makhluk sepaket itu menyalip jalan beberapa orang di sebelah kanannya. Kanan…??? Bukannya kalau menyalip itu harus di sebelah kirinya, dia harus berada di kanan orang yang disalipnya?

Sial…!!! Sepertinya lelaki itu terlihat pintar, bisa dilihat dari tunggannya, Kuda Hitam! Biasanya kuda semacam itu kan milik para intelek tinggi? Tapi kenapa hanya aturan mendahului (menyalip) di jalan saja harus diberitahu oleh para pejalan kaki, seperti mereka itu, seperti gadis itu?

Dia melanggar aturan kerajaan! Lelaki yang terlihat pintar tapi bodoh itu melanggar aturan kerajaan!

“Pangeran, Anda salah aturannya” Teriak gadis itu setelah ia di dahului dengan hentakan kaki kudanya yang keras serta diberikan sumpah serapah oleh seorang laki yang dipanggilnya ‘pangeran’ itu! Lelaki bertopeng hitam, berjubah hitam, berkuda hitam itu tak peduli omongan seorang yang kecil. Dipikirnya, mungkin tak bermartabat. Gadis itu, orang-orang yang berjalan kaki itu tak punya harkat, tak punya martabat.

Lelaki itu masih melenggang riang dengan kudanya sambil mengacungkan jari tengahnya. Tak acuhkan teriakan yang mencoba memberi nasihat, lelaki itu mencibirnya!

Gadis itu meneteskan air mata!

Ohh tidak, gadis itu menangis bukan karena hinaan lelaki sok penguasa itu. Ia bersedih bukan karena acungan jari tengah lelaki sok pintar itu.

Gadis itu menangis meratapi pola pikir dan mentalitas ‘orang-orang di lapisan atas’ sana! Mentalitas dan perilaku yang sama sekali tidak patut ditiru oleh ‘orang-orang di bawahnya’.

Attitude pemimpin yang tak layak tiru!

2 Tanggapan to “Acungan Jari Tengah”

  1. Oh ya, kuda berwarna hitam sering dipakai orang berintelek?? Saya baru tahu.😆
    Saya pikir kuda putih…:mrgreen:

  2. Yang saya lihat kemarin “dia” menunggang kuda hitam. Entah kalau di tempat Anda. Atau masing2 tempat itu berbeda pemaknaan tentang kuda ya?🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: