Terkungkung


Tak bolehkah aku barang sejenak saja menikmati kebebasanku sendiri?

Tak bolehkan aku barang sebentar saja merasakan keleluasaanku sendiri?

Kenapa kau selalu menindih dan terus-terusan menempaku dengan serentetan pertanyaan yang harusnya tak perlu jawaban?

Tak bolehkah aku meluangkan waktuku untuk mengadu pada-NYA tentang kesumpekanku karenamu?

Tak bolehkah aku memanjakan diriku untuk bermanja-manja dengan-NYA menceritakan kegelisahanku atas tekananmu?

Tak bolehkah aku duduk-duduk sejenak sambil menyeruput kopi di pagi hari atau menerawang bintang dan bulan malam sambil berdendang?

Apa tak boleh?

Bukankah itu hak semua yang memiliki rasa?

Aduh, aku terkungkung kaku! Semua karenamu!

 

 

Karena tulisan tak berarti dan menekan hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: