Februari’08


Disadur dari Hand Phone NOKIA 3120 atas nama Nur Indah Ariyani. Tulisan yang disadur ini terdapat pada bagian “Archive” urutan pertama. Menceritakan tentang peristiwa yang dialami oleh pemilik Hand Phone tersebut…

Malam yang mengejutkan… Keberanian tak terduga… Kekuatan tak ternyana… Berawal dari tulisan, sikap yang mengungkai rasa… Pertemanan yang mengesankan… Menyatu sempurna dalam kisah virtual, lalu mengalir ke dunia actual… Diwujudkan dengan cengkrama yang mungkin agak sedikit membosankan… Tapi pasti akan terukir dalam tembikar hati… Seperti anyaman yang terungkai, lalu disematkan kembali… Indah memang malam ini… Kisah pertemanan yang unik… (‘;’) “

23.06 EmpatFebruari’08

Pesan singkat ini ditulis dalam Memory Archive pada Hand Phone (HP) Merk NOKIA Tipe 3120. Mungkin menulis seperti itu adalah sudah kebiasaan dari yang empunya HP. Sering menceritakan tentang kisah-kisah yang dilaluinya melalui ketikan-ketikan di HP. Hand Phone NOKIA 3120 ini merupakan HP yang sangat disayanginya. Disamping memang merupakan Hp satu-satunya ;-D HP yang mendapat julukan “Si Imutz” dari pemiliknya ini sudah dipegang selama lebih dari 3 tahun.

Pesan tadi menceritakan tentang kejadian malam Selasa di Kota Purwodadi. Berawal dari pesan singkat atau sering disebut oleh banyak orang “SMS”. n2g, yang mengalami hal ini, berada di sebuah Warnet “Baja Hitam” didekat Pasar Purwodadi mendapat SMS dari teman lamanya bernama r2n. r2n merupakan teman n2g ketika mereka duduk di SMP N 3 Purwodadi, lebih tepatnya pada kelas 3, yaitu kelas ”3A”.

R2n mengirim SMS hanya berisi kata “…Halo…”, lalu n2g segera membalas SMS tersebut. Belum sempat mengirim balasan, r2n mengirim SMS lagi berisi kalimat pertanyaan. R2n menanyakan tentang rencana kegiatan yang akan dilakukan n2g hari itu. Lalu n2g membalas SMS tersebut. Menanyakan apakah r2n berada didekat-dekat warnet atau bahkan berada di dalam warnet. N2g juga memberitahukan kegiatan yang saat itu sedang dilakuknnya, bahwa n2g ada di Warnet untuk melakukan registrasi akademik semester 6, diceritakan pula tentang hasil registrasinya yang ternyata satu mata kuliah, n2g tidak bisa satu kelas lagi dengan teman-temannya. R2n pun membalas, menanyakan warnet yang di tempati oleh n2g dan menyemangati n2g bahwa beda kelas akan dapat memacu semangat belajar.

Balas-balasan SMS terus berlangsung, hingga n2g selesai registrasipun mereka tetap SMS-an. Karena n2g membaca berita di “Sikadu”, bahwa Perwalian mahasiswa UNNES diselenggarakan pada tanggal 4-6 Februari. Sedang hari itu, juga tanggal 4 Februari. N2g pun sedikit panik dan memutuskan untuk pergi ke Semarang, Kampus UNNES besok pagi-pagi. Dalam balasan-balasan SMS pada r2n pun n2g mengajak r2n untuk ikut pergi ke Semarang, karena dulu r2n juga berjanji akan berkunjung ke Kampus UNNES.

Setelah selesai registrasi, n2g pergi ke Swalayan yang terkenal di Kota Purwodadi, yaitu “LUWES” dengan maksud membeli oleh-oleh untuk orang rumah. Di dalam swalayan tersebut, sembari memilih-milih barang belanjaan yang akan dibeli, n2g pun masih SMS-an dengan sahabat lamanya itu. Saking kangennya mungkin… Dengan topik yang sama, yaitu mengajak r2n untuk ikut bersamanya di Kampus UNNES. Ajak-ajakan itupun berlangsung cukup lama. Balas-balasan SMS itu berhenti sejenak, karena n2g meneruskan perjalanan dengan mengendarai motor kesayangannya, “Mas Jupe” Ketika n2g sampai di rumah, dia pun memberitahukan pada r2n, bahwa dia pulang dengan keadaan selamat😉 SMS-an pun berlangsung kembali. Karena sepanjang SMSan tadi, ajakan n2g ditolak oleh r2n, dengan alasan klasik memang!

Karena r2n tidak bisa ikut ke Semarang, maka n2g mencoba memberanikan diri untuk mengajak r2n ke tempat “Ana”. Selain karena alasan n2g sudah kadung janji dengan Ana bahwa liburan semester ini n2g akan berkunjung di tempat Ana. Ana merupakan teman lama r2n dan n2g. Pertemanan Ana dengan r2n berlangsung lebih lama dibanding dengan pertemanan Ana dengan n2g atau r2n dengan n2g. Karena Ana merupakan teman r2n sejak duduk di kelas 2 SMP. Kemudian setelah naik kelas 3, mereka bertiga bertemu dalam satu ruangan yang sama. Tetapi sayang, bentuk dan cara berteman mereka bertiga berbeda dengan pertemanan banyak orang biasanya. Ahh sudah, kali ini tidak akan diceritakan lebih lanjut tentang kisah pertemanan antara n2g, r2n dan Ana. Itu mungkin bagian berikutnya ;-D

Meneruskan alur yang sebelumnya, bahwa n2g mengajak r2n untuk berkunjung ke rumah Ana. Tetapi balasan SMS yang mengecewakan…!! R2n menolak lagi!! Alasan klasik pula, r2n takut pertemuan dengan teman lamanya itu akan berlangsung tidak mengenakkan. Karena r2n sudah lama tidak bertemu. R2n takut apabila suasana mengobrol jadi canggung. Lalu n2g mempertegas, dalam rangka merayu tentunya, n2g juga memeritahukan bahwa sudah lama juga n2g dengan Ana tidak pernah bertemu dan berkomunikasi, atau malah-malah n2g bisa lupa jalan menuju rumah Ana. Dengan nada SMS yang juga sedikit guyonan… Dan…. Akhirnya r2n mau juga!! Huh, leganya hati n2g. Perjuangan yang penuh tantangan! ;-0

Setelah ajakan n2g mendapat hasil, SMS-an pun berhenti sejenak kembali. N2g istirahat, bubuk siang sebentar. Lalu sorenya, ketika n2g sedang memperbaiki Mas Jupenya, karena Dooble Starternya tidak nyala. Tiba-tiba ada SMS masuk, lagi-lagi dari teman lamanya yang dikangeninnya, siapa lagi kalau bukan r2n jelek, sering n2g menyebutnya itu. Entah ada apa dengan hari ini, entah ada apa dengan r2n hari ini. Tumben-tumbennya mengirim SMS hingga puluhan kali. N2g pun membalas puluhan kali pula. Hingga pulsa terkuras habis, sampai-sampai n2g mengisi pulsa untuk kartu chip tercintanya itu, “818” sebanyak dua kali. SMS yang dikirim r2n tersebut menanyakan kembali apakah n2g jadi berkunjung ke tempat Ana atau tidak. Kemudian n2g menjawab, mudah-mudahan jadi dan apabila r2n tidak jadi dan tidak bisa ikut tidak apa-apa. Dan jadi tidaknya n2g pergi ke rumah Ana, r2n akan tetap dikasih kabar. n2g memberitahukan bahwa rencana dia untuk pergi ke rumah Ana mungkin sebelum atau setelah Magrib. Alasan yang disampaikan n2g kepada r2n, karena pada hari itu n2g sedang mengalami rutinitas bulanan wanita. Sehingga n2g tidak harus melakukan kewajibannya sebagai seorang muslimah.😉

Sebelum adzan Magrib berkumandang, n2g dan r2n masih meneruskan SMS-annya. Mungkin hingga pukul 17.30-an. SMS terakhir sebelum adzan Magrib adalah n2g memberitahukan sekaligus menyuruh untuk mandi dan mempersiapkan diri bertemu dengan teman lawas mereka. Kemudian n2g mengirim SMS lagi, bukan tertuju untuk r2n, melainkan ditujukan pada Ana. Dengan basa-basi menanyakan kabar keluarga,karena sudah lama sekali n2g tidak melakukan komunikasi dengan Ana. Terakhir SMS adalah sebelum n2g melaksanakan ujian semester gasal tahun 2008 ini. n2g menanyakan juga keberadaan dari Ana pada waktu itu.

Adzan Magrib pun berkumandang, n2g pun sudah selesai mempersiapkan diri. Sambil menunggu waktu Magrib selesai n2g meminta ijin kepada kedua orang tuanya untuk pergi ke rumah teman lamanya r2n dan Ana. Karena balasan dari Ana juga tak kunjung datang, telfon berulang-ulang juga tidak di angkat oleh Ana, maka sekitar pukul 18.15-an n2g dengan Mas Jupenya segera meluncur menuju Kota Purwodadi. Maklum, rumah n2g sangat jauh, bahkan terpencil, butuh waktu kira-kira setengah jam untuk samapai Kota Purwodadi.

Belum sampai setengah perjalanan, mungkin baru seperdelapan perjalanan air dari Yang Maha Agung-pun menetesi wajah n2g. Dan pastinya hati n2g ketar-ketir, dilema ada di benaknya. Haruskah ia meneruskan perjalanannya ataukah kembali kehuniannya. Do’a dan dzikirpun diucapkannya berulang-ulang, memohon untuk dimudahkan jalan, demi menemui teman-teman lamanya. Tetapi dengan tekad bulatnya, apabila n2g harus ke hujanan n2g akan terus berjalan menuju rumah Ana, ada atau tanpa adanya r2n. Sembari itu, dengan mengendarai motor tercintanya n2g menulis SMS untuk r2n “PWD ujn g?”. Padahal jalan yang dilaluinya gelap gulita, karena di daerah yang dilaluinya itu mati lampu, kanan kiri jalannyapun hanya bentangan sawah-sawah. Dan kebiasaan ini tidak untuk ditiru oleh siapapun. Kebiasaan menulis SMS sambil mengendarai sepeda motor merupakan perbuatan yang dapat membahayakan pengendara itu sendiri. Inilah kebiasaan jelek dari n2g, selalu melakukan hal yang sama meski sudah berkali-kali mendapat nasehat, teguran, larangan dan yang semacamnya itu oleh teman-temannya. Tetapi masih saja dilakukan n2g. Sepertinya n2g memang susah untuk diatur ;-0

Berkali-kali n2g mengeluarkan Si Imutz-nya, menanti balasan SMS dari r2n. Cukup lama juga balasan yang disampaikan r2n untuk n2g. Akhirnya balasan yang agak sedikit membuat hati n2g kecewa, balasan itu berisi bahwa Kota Purwodadi hanya sedikit diguyur hujan, r2n juga menanyakan apakah n2g jadi meneruskan misinya untuk pergi ke Istana teman lama mereka.

Di sepanjang perjalanan n2g terus mencoba SMS dan menelfon Ana, namun balasan dan suara Ana tak sedikitpun terdengar di HP n2g. Sebelum sampai di Simpang Lima Purwodadi, n2g mencoba menghubungi Ana lagi, dan akhirnya telfon itu diangkat Ana. N2g menanyakan apakah Ana pada saat itu berada di rumah atau tidak. Apabila di rumah, saat itu juga n2g akan datang ke rumah Ana. Tanpa memberi tahu sebelumnya tentunya, bahwa n2g juga akan mengajak teman lamanya mereka, r2n. Setelah mendapat informasi dari Ana sendiri, bahwa Ana berada di rumah, maka setelah samapai di Simpang Lima Purwodadi n2g segera SMS r2n, “Non, sido nderek rak?’ dengan tetap megendarai sepeda motor tentunya. Dasar, n2g memang bandhel! Balasan pun diberikan oleh r2n “Lho sido to? Ga kewengen po? Omahmu ki adoh lho Non,ngko nek kewengen py jal?yws nek sido aq diampiri y!”

Dan akhirnya n2g sampai juga di jalan belakang menuju rumah r2n. lagi-lagi sambil mengendarai sepeda motor n2g SMS r2n bahwa ia jadi berangkat dan sebentar lagi sudah akan sampai rumah r2n. Sambil menunggu balasan, n2g muter-muter dengan Mas Jupenya. Ternyata balasan dari r2n cepet juga, akhirnya n2g dan Mas Jupe tidak jadi mengitari Bundaran Tugu Tani, di mana jalan itu sudah dekat dengan rumah Ana dan juga bisa dilewati untuk menuju rumah r2n. Ahh, susah dijelaskan, tapi intinya itu jalan strategis menuju rumah Ana dan r2n. Akhirnya n2g putar balik dan mengirim SMS untuk r2n “Saiki ya… cpt metu…”. Berkali-kali n2g mengitari rumah r2n, tetapi r2n pun tak kunjung keluar “r2n ng ndi?” n2g menunggu juga cukup lama, “kwe ng ndi nduk” Sedikit jengkel n2g membalas SMS dari r2n “Ak kn ng ngarep Rn…”

Malu, takut, jengkel berkumpul dihati dan pikiran n2g, tetapi n2g tetap menunggu r2n. Nahh… Akhirnya keluar juga teman yang menjengkelkan itu, dengan celana jeans dan baju lengan pendek hitamnya membuka pintu gerbang. N2g pun menghampiri r2n, cepat-cepat pula r2n membonceng n2g. Perjalanan singkat segera di mulai n2g dan r2n meluncur ke Desa Gading, rumah Ana. Karena antara rumah r2n dan rumah Ana tidak begitu jauh. Dengan mengendarai sepede motor bisa ditempuh dengan waktu sekitar 5 menit. Seperjalanan singkat itu n2g dan r2n mencoba untuk mengangkrabkan diri, karena antara n2g dan r2n juga jarang sekali bertemu, komunikasi pun juga jarang terjadi, hanya melalui SMS saja mereka berkomunikasi. N2g dan r2n terakhir ketemu tanggal 04 Desember 2008 kemarin, ketika n2g menghadiri Seminar Sertifikasi Guru dan Dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Di Kampus itulah r2n menuntut ilmu, karena ada kesempatan yang sangat bagus,dan juga karena untuk memenuhi janji n2g berkunjung ke UNY, n2g pun berusaha untuk dapat bertemu dengan r2n. Mungkin kurang lebih hanya 5 menit mereka bersua.

Sebelum sampai di depan rumah Ana yang antara n2g dan r2n debat mempersoalkan rumah mana yang rumah Ana, karena mereka berdua masih rancu di mana letak rumah Ana yang sebenarnya. Banyak sekali perubahan yang terjadi di Desa Gading, sedang n2g terakhir berkunjung di Rumah Ana adalah ketika Ana menikah dengan tunangannya. “Mas Tono”, mereka sering menyebutnya itu. Begitu pula dengan r2n.

Setelah sampai di depan rumah Ana, n2g menyuruh r2n untuk pergi terlebih dahulu menuju pintu rumah yang memang sudah terbuka lebar. ”Assalamu’alaikum…” dilontarkan oleh r2n. Padahal r2n adalah seorang Nasrani, Kristen Protestan lebih tepatnya.R2n masih di depan pintu, sedang n2g bersembunyi di samping pintu. N2g ingin memberi kejutan kepada Ana. Karena dulu waktu SMA, n2g punya cita-cita dalam hati, akan “membawa r2n ke tempat Ana”. Dan dirasa inilah waktunya cita-cita dan impian n2g terealisasi, di malam itu. Ana pun menjerit ”Aaa… r2n….!!!” n2g senang sekali mendengar teriakan itu, teriakan yang dilontarkan oleh Ana! Setelah itu barulah n2g menghampiri mereka berdua. ”Aaa… n2g…!!”, kembali lontaran itu terdengar.

Ana pun mempersilahkan n2g dan r2n masuk ke dalam istananya. Di ruang itu ada Ana, Suami, dan Anak perempuan Ana. Sebuah keluarga kecil yang sangat-sangat bahagia. Kami semua bercengkerama sembari menonton acara televisi ”Extravaganza”. Ternyata r2n sangat mengagumi salah satu pemain ”Extravaganza”, yaitu Chaty Sharon. Satu lagi yang membuat n2g malu setegah mati, meski malu itu hanya terluap dalam hatinya. N2g ditanya oleh r2n, mungkin lebih tepatnya diajak berdiskusi tentang kasus ”Reog Ponorogo yang dipatenkan oleh Negara Malaysia”. Saat itu n2g tidak bisa menjawab apa-apa, n2g hanya menjawab sekenanya ”…aku ga setuju…” r2n menyahut ”… lhaiyo ga setujunE kenopo?…”. n2g kembali menjawab pertanyaan dari r2n ”…yo pokokE ga setuju…”. Hwaaahahaaaa… Diskusi yang aneh bukan? Bukan apa-apa, n2g dari dulu memang ga bisa diajak untuk berkomunikasi timbal balik secara langsung dengan r2n. Ini dari dulu! Dan ini bukan masalah kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh n2g, melainkan lebih mengarah pada Sugesti, pekewuh, minder, tidak percaya diri. N2g memiliki perasaan yang seperti itu dari dulu terhadap r2n. Entah karena apa yang tau alasannya hanya n2g seorang.

Di rumah Ana kami disuguhi makanan kecil dan ”Teh Botol”. Nahh, gara ”Teh Botol” inilah n2g dan r2n keluar masuk kamar mandi. Hal yang lucu sekaligus aneh. Hwehehehe… Sambil ngobrol-ngobrol kami semua juga bercanda dengan anak Ana yang bernama Keisya. Bayi yang mungil, lucu, imut, putih, cantik. Kami sungguh menyayanginya.

Tak terasa jarum jam sudah menunjk angka 9. Sebenarnya n2g masih ingin sekali bercerita, bercengkerama dengan sahabat-sahabat lawasnya, tapi apalah daya n2g bergegas untuk pamitan kepada tuan rumah, Ana dan Mas Tono. Karena rumah n2g adalah yang paling jauh diantara semuanya. Akhirnya n2g dan r2n berpamitan, mereka pulang! N2g mengantarkan r2n sampai depan rumah, n2g disuruh mampir, tetapi n2g menolak. Lalu n2g pulang sendiri dengan laju kecepatan yang lumayan kencang. Seperempat jam kemudian r2n mendapat SMS dari n2g, mengabarkan bahwa dia sudah sampai dirumah dengan selamat, meski agak sedikit gerimis. Ini waktu yang begitu mengesankan, karena perjalanan rumah r2n sampai rumah n2g biasanya ditempuh dalam waktu setengah sampai satu jam. Tetapi n2g bisa melakukan hal itu hanya dalam waktu seperempat jam. Sungguh mengagumkan!


N2g, r2n, Ana semoga menjadi sahabat sejati ya… Amien3x. Saling mengerti, memahami, mendoakan dan menyemangati. Semoga kesuksesan selalu merangkul kalian. Amien3x

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: