Ketidakrelaan???


Entah karena apa, atau karena siapa? Begitu melihat, iya hanya melihat, bukan membaca! Ketika melihat tulisan itu, kelopak matapun hampir tak bisa menahan sesuatu yang ingin keluar dengan mengerahkan tenaga sekuat daya. Sekuat daya pula harus menahan, agar sesuatu itu tak keluar dengan leluasa! Kenapa harus seperti ini? Kenapa harus tulisan-tulisan itu, kenapa harus kidung-kidung itu, kenapa harus orang-orang itu? Tuhan, inikah ketidakrelaanku? Padahal sejatinya, tak ada hak apapun memerintah untuk tidak menyukai ini, tidak mencintai itu! Tapi Tuhan, kenapa seperti ini rasaku? Inikah ketidakikhlasanku?
Bertahun-tahun setelah kepergiannya, baru aku tahu, kalau senandung itu, orang-orang itu adalah serasa miliknya. Juga padaku, serasa semua itu punyaku. Tapi… Kenapa seakan ada ketidakrelaan kalau yang dirasa miliknya dan milikku itu tak boleh dimiliki orang lain? “Manusiakan Manusia” ingat betul kata-kata itu terlontar dari bibir manisnya. Entah itu kapan tepatnya, aku hanya lupa masa, bukan lupa makna! Akan kucoba lakukan seperti apa yang diucapkannya! Semoga kenangan itu adalah guru yang bijak untukku.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: